kutemui kau di tengah batu-batu persegi
yeng tersusun tangan yang kuasa
ku temui kau di riak-riak air yang gemericik.
kurasai kau seperti yang dirasakan mereka malam tadi.
indah tidurmu kawan!!!
selamat jalan (untuk kesekian kalinya) aku merinduimu!!!
-salam-
Minggu, 08 November 2009
batu-batu persegi
Diposkan oleh Fadli Bumi di 21:13
Selasa, 31 Maret 2009
MISALNYA INI PERTANYAAN, INI PERTANYAAN KECIL
seperti apa wajah mimpi dalam lekuklekuk tanah pertiwi
apakah seperti kekuatan matahari
dalam menerangi jalan pagi menuju malam
atau sebatas pandang bulan ketika menjadi gerhana
kita akan ragu tentang mimpi seperti ketika bertanya
apakah jatuhnya daun karena tua
atau karena tak mampu berpegang kuat pada cabang
nah…. seumpama kau pagi apa yang akan kau perindah
warnamu, wangi udaramu atau wajah awanmu
terbangnya merpati karena kesyukuran akan sayapnya
tenggernya karena lelah mengepak dan mencari
kenapa tak pernah kita artikan merpati tak pandai bersyukur
wah…. ini kelemahan menjadi wakil sang khalik
dituntut tak boleh menutut.
Diposkan oleh Fadli Bumi di 14:19
Selasa, 13 Januari 2009
SEMACAM OBROLAN I
"Kau marah?" aku menjawab sapaannya.
Tretek....... kulihat sikat gigikupun jatuh (tanda protes). O..... Tidak kulanjutkan pertanyaanku, ternyata sikat gigipun marah. aku keluar duduk dan berfikir.
"Kau tidak jadi mandi?" kursi bertanya, belum sempat kujawab, kursi melanjutkan "Dari mana kau dua hari ini?"
"Hanya karena dua hari?"
"Ya!"
Tersenyum kemudian aku kembali masuk kedalam kamar mandi. Sebelum kamar mandi memulai aku lebih dulu bilang "Kau cemburu? Dalam dua hari ini aku tidak masuk ke kamar mandi manapun, bahkan kencingpun aku harus rela penisku dilihat bak sampah."
"Berarti dua hari ini kau tidak mandi?"
"Selain air hujan aku tidak pernah menyentuh air apapun." Jawabku sedikit bingung.
"Bahkan untuk minum?" Sikat gigi ikut nimbrung.
"Aku tidak yakin kalau air yang kuminum itu bukan air hujan." Jawabku lagi.
"Kalau begitu kau benar-benar setia padaku." Terdengar nada menyesal dari ucapan kamar mandi.
"Ya begitulah...." Aku sedikit tersenyum menjawabnya
"Ah... kau tidak serius."
"Kenapa sampai kau bilang begitu?"
"Karena kau tersenyum."
Aku melompat keluar dari kamar mandi, duduk dan berfikir. Bahkan kamar mandi ini menganggap kalau apapun yang aku ucapkan dengan tersenyum berarti aku tidak serius. Wah... gawat!!!! Hanya senyum itu yang bisa menutupi tubuhku ketika aku menelanjangi diri di kamar mandi, kalau aku tak boleh lagi tersenyum berarti dengan apa kututupi semua maluku?
"Serius!!!!" kursi tiba-tiba teriak
"Anjrit!!!!!" handuk tak lagi di tempatnya, ya.... berarti aku benar-benar telanjang... Senyum tak bisa lagi menutupi kemaluanku sekarang.
"Kau mengagetkanku kursi sialan...! Eh... tapi apa maksudmu serius?"
"Ya.... Kamar mandi memang begitu, terlalu serius" si kursi menjelaskan.
"Tapi aku serius, dua rius bahkan ratusan, ribuan, jutaan, miliaran, triliunan rius."
"Kau benar-benar tak pernah masuk kamar mandi manapun selama dua hari ini?" Si Kursi mulai menggali
"Sumpah!!! Atau aku harus menjawabnya dengan diam lama, menarik nafas panjang mendekatkan bibirku dengan dindingnya dan bilang aku serius. Begitu?"
"Yup!"
"Aku malu kur."
"Tapi kau suka kan????"
"Suka apa?"
"Kamar mandi?"
"Berarti kau juga ragu denganku?"
Bersambung di "Semacam Obrolan II, III, IV, dst......"
Diposkan oleh Fadli Bumi di 01:15
Kamis, 18 Desember 2008
Selasa, 16 Desember 2008
Kamis, 13 Desember 2007
bukan dengan kelamin
;sajak yang kujanjikan
kutemuinya dibalik puing
perempuan dengan muka
mirip kondom
lalu kutanya, "maukah kau
bercinta denganku
bukan dengan kelamin?"
lalu,
perempuan dibalik puing
kusetubuhi dengan kata,
bukan dengan kelamin
Diposkan oleh Fadli Bumi di 20:11
surga ditelapakmu
;ibu
ibu.............
mungkin tak lama lagi aku hidup
setelah aku mati berdirilah kau di pusaraku
biar lebih dekat aku kesurga
Diposkan oleh Fadli Bumi di 20:08
aku onani III
;maaf nak kau lahir tanpa ibu
mungkin kaulah pahlawan bangsa
tapi,
kau gugur sebelum kenal ibumu
Diposkan oleh Fadli Bumi di 19:41
aku onani II
;setelah aku sadar,
aku tak lagi perjaka tangan
mari kita cuci tangan
yang basah karena air mani
jangan suruh orang lain
itu tanggung jawab masing-masing
Diposkan oleh Fadli Bumi di 19:31






