sujudku pada dadamu
perempuanku yang jalang
aku akan memancarkan pujaan
dari ubun-ubun duka yang gelap
‘kan kumasuki buah di dadamu
sambil berpeluh dengan
nikmat yang tak tertolak
jawablah semua pertanyaanku
dengan desahanmu yang paling binal.
setelah segala peluhku bercurah
maukah kuajak kau
mengartikan sujudku yang tadi
cukup dengan bisikan-bisikan
yang tertahan atau boleh kita
bicara tapi dengan kata terindah
meski kata itu tanpa makna.
sebenarnya aku ingin mengartikan
gelap malam bersamamu
tapi aku sungguh belum pernah melihat
apakah malam yang gelap itu
benar-benar hitam atau putih.
biarkanlah kuartikan gelapnya malam
yang belum pernah kulihat
seperti kuartikan peluhku
setelah tadi sujud di dadamu.
2007







1 komentar:
Thank you! You often write very interesting articles. You improved my mood.
Poskan Komentar